Langsung ke konten utama

Di Biak, IRT Terbanyak Mengidap HIV/AIDS, Data Dinas Kesehatan Sampai 31 Desember 2007

(www.cenderawasihpos.com , 03-01-2007)
BIAK-Memprihatinkan. Begitulah kondisi penyebaran penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Biak Numfor. Bagaimana tidak, hingga dengan 31 Desember 2008 tercatat 385 kasus, atau naik 10 kasus dari bulan sebelumnya. Dari total kasus itu, 51 adalah kasus HIV dan 334 kasus AIDS.Parahnya lagi, dari 10 kasus yang ditermukan pada Desember 2008 itu terdapat 5 orang ibu rumah tangga (IRT) dan 2 orang PNS, wiraswasta 1 orang, buruh kasar 1 orang dan tani 1 orang.Kalau dilihat dari sisi komulatif pekerjaan secara keseruluhan kasus HIV/AIDS di Biak Numfor, IRT yang mendominasi dengan jumlah kasus 117 orang. Selanjutnya disusul petani dengan jumlah kasus 64 orang, yang tidak memiliki pekerjaan 47 orang, siswa/mahasiswa 35 orang, PSK/PSJ sebanyak 21 orang, swasta 21 orang, sedangkan yang bekerja dibidang lain-lainnya rata-rata dibawa 20 kasus.

“ Kalau dilihat dari cara penularannya, hampir semuanya melalui hubungan seks. Sedangkan IRT yang dominan terinfeksi, itu kemungkinannya tertular dari sang suami yang melakukan hubungan seks beresiko (bukan dengan pasangannya),” kata Survelans HIV/AIDS Dinas Kesehatan Biak Numfor, Ruslan, S.Sos, S.KM, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/12).Jumlah sebanyak itu sebenarnya masih jauh lebih besar jika mengacu pada teori gunung es. Dimana, gunung es di permukaan laut yang kelihatan sangat sedikit, sementara tidak kelihatan jauh lebih besar lagi.Kondisi penyakit yang mematikan ini memang sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian dari semua komponen. Pasalnya penyakit yang satu ini belum ada obatnya, sementara kasusnya dari waktu ke waktu terus meningkat.

Menurut Ruslan ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian sebagai resep pencegahan. Antara lain, jangan berhubungan seks bagi yang belum menikah (puasa seks), upayakan jangan berganti-ganti pasangan terutama pada kelompok resiko tinggi dan orang yang belum dikenal (belajar setia pada pasangan). “Selain itu bagi kelompok yang beresiko tinggi, hendaknya menggunakan kondom setiap melakukan hubungan seks dengan orang lain dan bila mengidap infeksi menular seksual (IMS), jangan sekali-kali melakukanm hubungan seks dengan siapapun,” imbuhnya. (ito)

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Penggunaan Alat Portable Datalogging Colorimeter Hach Model DR/820 – DR/850 – DR/890

(KKP Jayapura, 23 April 2007) Pada tanggal 19 april dan 20 April 2007, diadakan Pelatihan penggunaan alat Portable Datalogging Colorimeter Hach Model DR/820 – DR/850 – DR/890, yang diselengarakan oleh KKP Manokwari, di kota Manokwari – Irian Jaya Barat. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar orang laboratorium dapat dan mampu mengoperasikan alat Portable Datalogging Colorimeter Hach Model DR/820 – DR/850 – DR/890 secara baik dan benar. Dari Tim KKP Jayapura, diwakili oleh Ibu Manita Tana, Amd AK, sebagai penanggung jawab Laboratorium KKP Jayapura. Menurut beliau kegunaan alat ini adalah untuk proses pemeriksaan air secara kimiawi dan bakteriologis, agar kualitas air yang diuji dapat diketahui kelayakannya untuk dikonsumsi. Kelebihan alat tersebut adalah dapat disambungkan dengan perangkat komputer, dimana mempunyai kemampuan menyimpan data analisa, RS-232 output, dan lainnya. Sehingga dengan demikian DR/800 dapat dipakai utk analisa dilapangan dan kemudian data analisa yang didapatkan d...

Unjuk Bakat Dalam Rangka 17 Agustus Pelatihan Surveilans PD3I, Hotel IBIS, Pontianak

Got Talent Meramaikan HUT RI Peserta Pelatihan Surveilans PD3I Prov. Kalbar, Hotel IBIS Pontianak, 13 Agustus 2025

PENGEPAKAN SPESIMEN KASUS DIFTERI

Kasus Difteri sangat berbahaya karena selain severity (berat gejala) kasus difteri ini, penyakit ini juga sangat menular. Untuk mengkonfirmasi suatu kasus difteri perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium di laboratorium rujukan nasional. Untuk itu petugas kesehatan perlu tahu dengan benar teknik pengepakan specimen difteri agar specimen difteri ini aman di dalam transportasi hingga tiba di laboratorium rujukan nasional. https://www.youtube.com/watch?v=_elxZLjiNkM