Langsung ke konten utama

Manokwari : Mengkuatirkan, 690 Kasus HIV/AIDS

(www.radarsorong.com, 29 Agustus 2007)
MANOKWARI-Perkembangan kasus HIV/AIDS di tanah Papua yang terus mengkuatirkan harus menjadi perhatian semua pihak untuk memikirkan dan merancang langkah-langkah penanggulangan yang komprehensif. Sebab, bila tidak ada perhatian yang serius maka akan menjadi bencana dan bahaya besar. Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Papua Barat Drs.Rahimin Katjong ketika membuka kegiatan Workshop Penyusunan Rancangan Strategis (Restra)dan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Papua Barat di ruang serbaguna Kantor Bank Papua Manokwari Selasa (28/8) kemarin.Data kasus per April 2007 jumlah kasus HOV/AID di Provinsi Papua Barat telah mencapai 690. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Papua Barat yang hanya mencapai 643.021 jiwa (data sensus BPS 2006), berarti sudah terdapat sekitar 0,11 % dari total jumlah penduduk Papua Barat telah terinveksi HIV/AIDS.

Lebih menakjubkan lagi, berdasarkan hasil estimasi nasional yang dilakukakan pada tahun 2006 di wilayah Provinsi Papua Barat diperkirakan ada 6.800 kasus HIV/AIDS. Estiminasi nasional ini berarti ada sekitar 6.110 kasus HIV/AIDS yang belum ditemukan. “Ini menjadi tanggung jawab dan pekerjaan rumah untuk mencari mereka-mereka yang belum ketahuan. Hal ini dimaksudkan agar dapat diputus mata rantai penyebaran virus mematikan ini,” ujar Wagub.Penularan dan penyebaran HIV/AIDS di tanah Papua agak berbeda dengan daerah lainnya. Kalau di daerah lainnya penyebaran utama dari jarum suntik, maka di tanah Papua 90 % penularan lewat hubungan seks secara heterogen. Lebih aneh lagi, kalau di daerah lain angka kasus kota lebih besar, maka di tanah Papua, antara perkotan dan pedalaman sama besarnya. Lebih mengkuatirkan lagi, berdasarkan data yang diperoleh makin banyak ibu rumah tangga dan bayi yang terinfeksi HIV/AIDS.

Hal ini lanjut Wagub menunjukkan bahwa penularan virus mematikan ini sudah masuk dalam kelompok populasi atau masyarakat umum. “HIV/AIDS sudah berada di sekitar kita bahkan ada di rumah kita,” papar Wagub.Penyusunan Restra dan RAD Penanggulangan HIV/AIDS di Provinsi Papua Barat akan berlangsung hingga 1 September mendatang dengan melibatkan sejumlah kalangan, Dinas Kesehatan Prov Papua Barat, LSM serta stakeholder lainnya. Hadir Ketua Harian KPAD Prov Papua drh.Constan Karma serta jajarannya. Diharapkan dari kegiatan ini dapat dirumuskan langkah-langkah yang tepat untuk penanggulangan HIV/AIDS.

Menurut Wagub angka kasus HIV/AIDS tampak kecil bila dibanding dengan penyakit-penyakit lainnya seperti malaria. Namun dampak dari HIV/AIDS adalah sangat besar, tidak hanya fisik tapi lebih dari itu secara sosial, ekonomi, budaya dan berbagai aspek kehidupan. “Maka itu berarti angka ini bukan kecil lagi tetapi sudah cukup besar dan kalau tidak hati-hati akan semakin besar. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita waspada dan selanjutnya memikirkan cara-cara penanggulangannya,” ujar Wagub. (lm)

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Penggunaan Alat Portable Datalogging Colorimeter Hach Model DR/820 – DR/850 – DR/890

(KKP Jayapura, 23 April 2007) Pada tanggal 19 april dan 20 April 2007, diadakan Pelatihan penggunaan alat Portable Datalogging Colorimeter Hach Model DR/820 – DR/850 – DR/890, yang diselengarakan oleh KKP Manokwari, di kota Manokwari – Irian Jaya Barat. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar orang laboratorium dapat dan mampu mengoperasikan alat Portable Datalogging Colorimeter Hach Model DR/820 – DR/850 – DR/890 secara baik dan benar. Dari Tim KKP Jayapura, diwakili oleh Ibu Manita Tana, Amd AK, sebagai penanggung jawab Laboratorium KKP Jayapura. Menurut beliau kegunaan alat ini adalah untuk proses pemeriksaan air secara kimiawi dan bakteriologis, agar kualitas air yang diuji dapat diketahui kelayakannya untuk dikonsumsi. Kelebihan alat tersebut adalah dapat disambungkan dengan perangkat komputer, dimana mempunyai kemampuan menyimpan data analisa, RS-232 output, dan lainnya. Sehingga dengan demikian DR/800 dapat dipakai utk analisa dilapangan dan kemudian data analisa yang didapatkan d...

Unjuk Bakat Dalam Rangka 17 Agustus Pelatihan Surveilans PD3I, Hotel IBIS, Pontianak

Got Talent Meramaikan HUT RI Peserta Pelatihan Surveilans PD3I Prov. Kalbar, Hotel IBIS Pontianak, 13 Agustus 2025

PENGEPAKAN SPESIMEN KASUS DIFTERI

Kasus Difteri sangat berbahaya karena selain severity (berat gejala) kasus difteri ini, penyakit ini juga sangat menular. Untuk mengkonfirmasi suatu kasus difteri perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium di laboratorium rujukan nasional. Untuk itu petugas kesehatan perlu tahu dengan benar teknik pengepakan specimen difteri agar specimen difteri ini aman di dalam transportasi hingga tiba di laboratorium rujukan nasional. https://www.youtube.com/watch?v=_elxZLjiNkM