Langsung ke konten utama

“SAVE PAPUA” Upaya Penyelamatan Papua dari kasus HIV di tanah Papua

Menteri Kesehatan, didampingi Wakil Gubernur Papua dan Ditjen PP & PL serta ketua KPAD Papua

(KKP Jayapura, 7 Juni 2007)
Sebagai tindak lanjut Hasil Surveilans Terpadu HIV/AIDS dan perilaku (STHP) di Papua yang menemukan bahwa secara prevalensi HIV di tanah Papua mencapai 2,4 persen, Menteri Kesehatan Ibu Dr. dr. Siti Fadillah Supari SpJP(K) mengunjungi Jayapura dengan memberikan presentasi dan penjelasan tentang upaya penyelamatan dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS di Papua dengan satu upaya terobosan yang diberi nama “SAVE PAPUA” .

Menkes bertekad akan membuat terobosan untuk menanggulangi HIV/AIDS di Papua termasuk perbaikan kesehatan masyarakat secara umum di daerah ini. “Salah satu cara memang kita harus membuat terobosan jadi door to door atau kampung to kampung”, ujar beliau ketika memberikan keterangan dalam sesi tanya jawab kepada peserta acara.


Pada kesempatan lain Ibu Menkes bertemu dan berbincang-bincang dengan Kepala Kantor dan beberapa staf KKP Jayapura.

Tim KKP Jayapura berpose bersama Ibu Menteri Kesehatan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Penggunaan Alat Portable Datalogging Colorimeter Hach Model DR/820 – DR/850 – DR/890

(KKP Jayapura, 23 April 2007) Pada tanggal 19 april dan 20 April 2007, diadakan Pelatihan penggunaan alat Portable Datalogging Colorimeter Hach Model DR/820 – DR/850 – DR/890, yang diselengarakan oleh KKP Manokwari, di kota Manokwari – Irian Jaya Barat. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar orang laboratorium dapat dan mampu mengoperasikan alat Portable Datalogging Colorimeter Hach Model DR/820 – DR/850 – DR/890 secara baik dan benar. Dari Tim KKP Jayapura, diwakili oleh Ibu Manita Tana, Amd AK, sebagai penanggung jawab Laboratorium KKP Jayapura. Menurut beliau kegunaan alat ini adalah untuk proses pemeriksaan air secara kimiawi dan bakteriologis, agar kualitas air yang diuji dapat diketahui kelayakannya untuk dikonsumsi. Kelebihan alat tersebut adalah dapat disambungkan dengan perangkat komputer, dimana mempunyai kemampuan menyimpan data analisa, RS-232 output, dan lainnya. Sehingga dengan demikian DR/800 dapat dipakai utk analisa dilapangan dan kemudian data analisa yang didapatkan d...

Unjuk Bakat Dalam Rangka 17 Agustus Pelatihan Surveilans PD3I, Hotel IBIS, Pontianak

Got Talent Meramaikan HUT RI Peserta Pelatihan Surveilans PD3I Prov. Kalbar, Hotel IBIS Pontianak, 13 Agustus 2025

Info : Mengenal Kota Jayapura

(sumber: http://www.kompas.co.id ) UNIK dan menarik. Dua kata itu tepat untuk menyebut kota yang terletak di paling ujung kawasan timur Indonesia. Selain letaknya berbatasan dengan Papua Niugini dan topografi yang berbukit-bukit, kota ini pun berganti nama sebanyak empat kali sebelum menjadi Jayapura. SEBELUM perang dunia II, saat Belanda mendarat di bumi Papua, Jayapura diberi nama "Hollandia", yang berarti daerah berbukitbukit dan berteluk. Saat itu daerah ini ditunjuk sebagai ibu kota "Dutch New Guinea". Setelah definitif kembali ke Indonesia pada 1 Mei 1963, sejak saat itu nama "Hollandia" menjadi "Kota Baru" (1963-1969), lalu "Sukarnopura" (1969-1975), dan akhirnya "Jayapura". Berada di Jayapura yang terletak di bibir Teluk Yos Sudarso dan Teluk Yotefa akan disuguhkan pemandangan indah panorama alam yang berbukit-bukit serta hamparan lautan Pasifik berair biru jernih. Kekayaan alam yang demikian indah itu menawarkan obyek...